Dear all,
Mungkin banyak yang dengar lagu sentuh hatiku, yang dinyanyikan oleh maria Shandy.
Akan tetapi dibalik lagu itu ternyata ada sebuah kisah yang luar biasa.
Pencipta lagu ini adalah seorang anak Tuhan, Kisah didalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya. Temannya itu diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila, sehingga harus dipasung(dirantai) dirumahnya.
Ia suka datang dan mendoakan anak itu sambil sesekali menulis lirik lagu..waktu pun berlalu...
Diapun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu menelpon dia.
Tentu saja kaget bukan main, krn anak itu kan gila. dipasung pula? kok skrg bisa lepas? telp pula?
Akhirnya anak perempuan itu cerita,
suatu hari entah karena karat atau bagaimana rantainya lepas.
Satu hal yang langsung dia ingat, dia mau bunuh bapaknya!
Tetapi saat dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata :
"Kamu harus maafin papa kamu."
Tetapi anak itu ga bisa dan dia terus menangis, memukul, dan berteriak..
Sampai akhirnya Tuhan memeluk dia dan berkata : "Aku mengasihimu"
Walaupun bergumul akhirnya anak itupun memaafkan papanya, mereka sekeluarga menangis dan boleh kembali hidup normal.
Dari situ lah lagu sentuh hatiku ditulis,
betapa ku mencintai segala yang telah terjadi
tak pernah sendiri, selalu menyertai
betapa kumenyadari didalam hidupku ini..
kau selalu memberi rancangan terbaik oleh karena kasih
Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku, menjadi yang baru
Ajarku mengerti sebuah kasih yang selalu memberi..
KasihMu ya Tuhan tak pernah berhenti..
Kisah diatas sungguh2 terjadi, semoga bisa menginspirasi kita agar bisa merasakan kasih Tuhan yang luar biasa.. ^^
"JanjiMu s'perti fajar pagi hari....
yang tiada pernah terlambat bersinar....
cintaMu s'perti sungai yang mengalir....
dan kutahu betapa dalam kasihMu.........."
Demikian lirik dari reff lagu "JanjiMu Seperti Fajar".
Hampir semua orang Kristiani mengerti dan menyanyikan lagu yang indah ini...
Tidak sedikit pula yang diberkati oleh lagu ini.
Tapi nggak banyak yang tahu siapa penulis lagu ini.
dibawah ini adalah story behind that song.
Apa yang dialaminya, sehingga lagu yang sangat powerful ini tercipta.
Original lho. From the deepest heart of songwriter "JanjiMu Seperti Fajar".......
Nama saya Afen Hardianto.
Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan
2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA.
Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya.
Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk
menikah. Tetapi tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat
hubungan kami yang dulunya ditentang. Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk
dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri
menjadi kurang harmonis ditahun-tahun awal pernikahan kami.
Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga
kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.Saya menolak dan menganggap istri
saya sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya.
Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang
menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak
membalas tetapi saya semakin menyakitinya. Saya tidak mempedulikan anak saya,
dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri.
Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia
mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya. Istri saya
menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya.
Istri saya berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :
"jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang
Afen"
Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh
istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang
ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka
dan juga menghendaki perpisahan ini dan berujung pada perceraian.
Saat itu istri saya berkata kepada saya ini bukan akhir dari segalanya.
Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan
menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri
Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan
rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia
1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis. Saya berkata kepada Tuhan.
" Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu(SMP)
sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan
berakhir dengan perceraian?"
Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu :"JanjiMu Seperti Fajar"
Yang rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu
dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat
bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.
Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya. Istri, dan anak-anak saya
juga sudah kembali bersatu dengan saya. Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya
tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan
yang normal dan sehat. Dan setelah keluarga saya kembali bersatu,
saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari
istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.
Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :
Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku
karena pasti ada anugerah besar bagiku, suamiku Afen adalah suami yang takut
akan Tuhan, suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku, semua ini mendatangkan
kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku.
Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan didalam
hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar
menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006 dan Tuhan memelihara
hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.
(Afen Hardianto)
Wow...sungguh testimony yang mengharu biru.
Teman-teman pasti lebih dikuatkan lagi ya. Nggak pernah menyesal ikut Yesus,
karena di dalam Yesus nggak ada tuh yang namanya dead end.
Selalu ada jalan keluar. Selalu ada pengharapan yang baru.
Kalau Afen mengalami jalan keluar, kita juga akan mengalami jalan keluar.
Because our destiny is being more than a conquerer !!!
Ini sebuah kisah yang menarik dan menyentuh.
Ada seorang laki-laki paruh baya, umur 50 tahunan. Ia dipanggil A Cong (Ah Chong, ejaan inggrisnya). Miskin, tetapi jujur dan tekun.
Kejujuran dan ketekunan itu mendapat perhatian seorang pemilik toko material di daerah Glodok, Pinangsia, Jakarta. A Cong diangkat menjadi CEO (chief exec.officer) atau penanggung jawab penuh toko tersebut. Usaha material itu meraup sukses luar biasa. Sedemikian sibuknya A Cong di toko itu melayani pembeli, sampai ia tak sempat makan dengan teratur. Bahkan tidak jarang ia makan sambil tetap melayani.
Tetapi, di tengah kesibukannya, setiap jam 12 siang ia menyempatkan diri berlari ke sebuah gereja di dekat situ. Dan itu ia lakukan tiap hari, sudah lebih dari tiga setengah tahun.
Sampai pada suatu hari kecurigaan seorang pastor memuncak...!
Ia telah memperhatikan dan mengamati fenomena aneh ini di gerejanya. A Cong datang di pintu gereja, hanya berdiri saja, membuat tanda alib, lalu segera bablas lagi.
Ritual itu setia dilakukan A Cong, tiap-tiap hari, itu-itu saja.
Adakah udang di balik batu???
Jangan2... Romo yang penasaran itu mencari kesempatan menghadang si A Cong, dan bertanya tanpa basa-basi lagi : "Maaf, Cek... (panggilan enghormat bagi laki2 Tionghoa), kenapa Encek saben hari datang jam 12 begini, cuman berdiri aja di pintu, bikin tanda salib, terus cepet2 pergi?"
Kaget, si A Cong menjawab tersipu: "Hah?!...
Lomo, owe ini olang sibuk, owe punya waktu seliki, tapi owe seneng dateng kemali."
Jelas, Romo belum puas dan terus mendesak: Emangnya apa yang Encek lakukan di pintu gereja gitu?"
Jawab A Cong dengan polos: "Ngga ada apa2. Benel Owe cuman bilang ini doang: Tuhan Yesus, ini owe, A Cong. …uuudah!"
Terbengong, hanya "Oh....!" yang bisa dilontarkan sang Romo. Dan A Cong pun bergegas kembali ke tokonya.
Pada suatu hari A Cong sakit parah karena super sibuk dan makan sekenanya, tidak teratur. Komplikasi penyakitnya cukup berat sehingga ia dilarikan ke rumah sakit. A Cong bukan orang kaya, maka ia menempati kamar kelas 3, satu kamar dihuni 8 orang pasien. Sejak masuknya A Cong, kamar itu menjadi ceria, penuh canda tawa.Tak terasa 3 bulan sudah A Cong dirawat. Ia pun sembuh dan diperbolehkan pulang.
Ia gembira, tentunya, tetapi teman2 sekamarnya bersedih. Selama dirawat itu, semua sesama pasien dihiburnya. A Cong setiap pagi menghampiri teman2 pasiennya, satu per satu, dan menanyakan keadaan masing2. Sayang, sekarang A Cong harus pulang dan kamar itu akan kembali sunyi.
Akhirnya salah seorang sesama pasien mencoba bertanya: "Eh Cek A Cong, mau nanya nih. Kenapa sih Encek begitu gembira, dan selalu gembira, padahal penyakit Encek'kan serius?"
Acong tercenung dan menjawab "saben ali yam lua welas, yah, ada olang laki lambut gondlong dateng, megang kaki saya, dia bilang: A Cong, ini aku, Yesus Kristus. Gimana owe nggak seneng, coba..."
Moral of the story : Sesibuk-sibuknya kita, Sisihkan waktumu, untuk bersama Tuhan, ..
If you never felt pain,
How would you know that I'm a Healer?
If you never went through difficulties,
How would you know that I'm Deliverer?
If you never had a trial,
How could you call yourself an overcomer?
If you never felt sadness,
How would you know that I'm a Comforter?
If you never made a mistake,
How would you know that I'm Forgiving?
How would you know that I will answer your question?
If you never were in trouble,
How would you know that I will come to your rescue?
Then how would you know what I went through?
How would you appreciate them?
Then how would you learn to depend on Me?
Then what would you need Me for?
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara
yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk
jangan berhenti hidup dan menyerah ?"
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".
"Ya," jawab pria itu.
"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya
secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakistumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar
menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak
menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.
"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah. "
"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah. "
"Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya.
"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat
bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
"Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu. "Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"
"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi
indah."
"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."
"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.
"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan
"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.
"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
Sumber : milis tetangga...
Banyak kesulitan dalam hidup kita. Tidak sedikit masalah yang kita hadapi dalam hidup ini. Seringkali... kita merasa putus asa dan menyerah terhadap masalah-masalah yang kita hadapi.
Atau... seringkali kita iri terhadap kehidupan orang-orang yang ada di sekitar kita, yang menurut kita "jauh lebih baik" daripada kehidupan kita. Dari renungan di atas... kita kembali disadarkan bahwa setiap orang dibentuk oleh TUHAN dengan keunikan sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap pribadi dibentuk oleh TUHAN dengan caranya yang berbeda-beda.
Mungkin kita sering melihat kehidupan teman-teman kita ibarat tanaman pakis. Baru ditanam, sudah dapat berkembang dengan baik. Sedangkan hidup kita sendiri bagai tanaman bambu. Rasanya kehidupan kita tidak ada perkembangan, apa yang kita lakukan tidak ada hasilnya. Yang ada hanyalah masalah-masalah hidup yang tiada habisnya.
Kalau kita menghadapi hal seperti ini, ingatlah bahwa TUHAN tidak pernah meninggalkan kita, bahkan dengan sabar DIA akan terus menjaga dan membimbing kita supaya kita memiliki akar-akar yang kuat yang dapat menopang kita menjadi manusia yang lebih baik lagi sesuai dengan talenta-talenta yang sudah TUHAN berikan pada kita.
So... apapun masalah kita... apapun kesulitan kita... Janganlah putus asa karena TUHAN selalu membimbing kita... Ingatlah bahwa tiada yang mustahil bagi TUHAN kita dan percayalah... Rencana TUHAN pasti indah pada waktunya...
"Tangan TUHAN sedang merenda
Suatu karya yang agung mulia
Saatnya kan tiba nanti
Kau lihat pelangi kasih-NYA"
Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu."
Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya,
"Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,
"Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal.
Semua keluarga sedih. Semua menangis.
Bahkan, ayahku menangis.
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis.
Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku,
"Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar 'hidup'. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu
harus belajar pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangku dengan wajah keibuan.
Aku melihat matanya penuh dengan air mata.
Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis.
Kadang-kandang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.
Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya. "
Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan...
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
GOD Bless U.
Sumber : Klinik Rohani
Sebuah kisah yang sangat menyentuh....
Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan.
Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.
Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya.
Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996.
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.
Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.
6 September 2001.
Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau berhenti...
23 Oktober 2001.
Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa
yang Kau kehendaki agar aku ketahui…
Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat
denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.
Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan
Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu
dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan
memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga
kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.
4 Januari 2002.
Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun
atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah
menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen
sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya.
Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.
14 Februari 2002.
Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.
14 Februari 2003.
Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2005.
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.
7 April 2006.
Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian
di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.
Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.
15 November 2007.
Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.
Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… "Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…"
-------------------------------------------------------------------------------------
Jika manusia bisa mencintai pasangannya tanpa syarat. Bayangkan, bagaimana besarnya cinta Tuhan kepada kita yang adalah ciptaanNya… anakNya… sahabatNya… saudaraNya… sehingga Ia memberikan AnakNya yang kekasih untuk mati di kayu salib bagi kita.
Yoh 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"
Sumber : http://kmkstpetrus.blogspot.com/2008/10/unconditional-love.html
