Alkisah....
Ada seorang pelukis ingin menghasilkan sebuah mahakarya.... Untuk itu... dia pergi ke suatu tempat yang tinggi dan sunyi untuk menyendiri dan berpuasa 40 hari lamanya untuk mencari inspirasi untuk mahakaryanya tersebut... Selama 39 hari dia benar bermeditasi, bermati raga...
Pada hari ke 40, setelah dia memperoleh inspirasi, dia mulai melukis.... Dengan perlahan tapi pasti, dia mulai menyapukan kuas nya di atas kanvas... Sedikit demi sedikit lukisan itu terbentuk... Dengan segenap upaya dan kemampuannya, dia melukis...
Akhirnya... lukisan itu selesai.... Lukisan itu memang sangat indah... Dia sangat bangga dan puas melihat mahakarya nya yang indah itu...
Dilihatnya lukisan itu dari dekat.... "ooh... indahnya lukisan ini"
Dia mundur beberapa langkah... dilihat nya lagi lukisan itu... "dilihat dari jauh tetap saja indah"
Dia mundur lagi dan mundur lagi untuk melihat lukisannya dari kejauhan sambil mengagumi keindahan lukisannya tersebut. Tanpa ia sadari, karena perhatiannya tertuju pada lukisannya itu, ia sudah berada di bibir jurang. Selangkah lagi dia mundur, dia akan jatuh ke jurang.
Kebetulan, sahabat dari pelukis itu juga pergi ke tempat itu. Ia melihat sang pelukis sudah berada di bibir jurang.
Melihat temannya dalam bahaya, dia tidak teriak memperingatkan sang pelukis itu, karena kalau kaget, sang pelukis bisa jatuh ke jurang.
Yang dia lakukan adalah berlari secepat mungkin ke lukisan dan mencoret-coret lukisan yang indah itu.
Melihat lukisannya dicoret-coret oleh sahabatnya, sambil marah-marah ia berlari ke arah sahabatnya itu. Sang pelukis tidak jadi jatuh ke jurang karena lukisannya di coret-coret oleh sahabatnya itu.
Sumber : Unknown
Teman....
Dalam hidup, kita pasti ingin hidup sukses. Entah itu sukses dalam karir, dalam studi, dalam kehidupan keluarga, dll. Akan tetapi, seringkali kita juga mengalami apa yang dialami sang pelukis itu. Apa yang kita sudah perbuat dengan segenap usaha kita... Apa yang sudah kita bangun bertahun-tahun, dengan segenap daya dan upaya kita, hancur dalam sekejap.
Saat kita mengalami hal itu, apa yang kita rasakan? apa yang kita lakukan?
Seringkali kita seperti pelukis itu bukan? Seringkali kita marah-marah akan kondisi yang kita alami.
Seringkali kita menyalahkan rekan kita... teman-teman kita... saudara kita.... orang tua kita... bahkan kita marah pada TUHAN atas musibah yang kita alami.
Seringkali kita marah pada TUHAN, "TUHAN... Aku rajin berdoa... Aku rajin baca firman Mu... Aku rajin ke gereja... Aku rajin pelayanan... Dalam hidup juga aku selalu mengikuti perintahMU. Aku sudah berusaha dengan segenap tenagaku... aku bekerja dengan jujur... aku ngga melanggar perintah Mu... tapi kenapa TUHAN, KAU hancurkan jerih payahku? kenapa KAU hancurkan hidupku?"
Teman....
TUHAN YESUS itu ALLAH yang sangat baik.....
TUHAN sangat senang melihat kita anak-anakNYA hidup bahagia.
TUHAN sangat senang melihat kita anak-anakNYA sukses.
Akan tetapi, pernahkah kita berpikir bahwa seringkali kesuksesan kita itu justru akan membawa kita kepada jurang yang dalam?
Saat kita kaya (sukses dalam karir), mungkin kita menjadi sombong... hidup kita berubah menjadi hidup berfoya-foya. Kita terlalu sibuk bekerja sampai sampai lupa berdoa ataupun ke gereja. Bahkan mungkin kita menghina karir orang lain yang tidak sesukses karir kita....
Atau saat kita menjadi pelajar yang pintar, kita menjadi sombong... kita tidak mau mengajari teman kita yang kurang mampu. Kita cuma mau berteman dengan teman-teman yang memiliki kemampuan yang sama....
Apakah hidup seperti itu bisa dibilang sukses???
Mungkin YA untuk saat itu.. Tapi seperti apa yang dialami pelukis itu... perlahan-lahan tapi pasti... kesuksesan kita itu membawa kita ke jurang maut...
Saat itu terjadi, TUHAN tidak akan membiarkan kita jatuh ke dalam jurang maut itu, karena DIA sangatlah mencintai kita. Olehkarena itu, DIA mencoret-coret lukisan kita.
Dia menghancurkan apa yang kita banggakan itu, supaya kita menjauh dari jurang maut yang telah menanti kita.
Dengan mencoret-coret lukisan kita, DIA mau menyadarkan kita bahwa kita sudah berada di jalan yang salah, dan DIA mau kita kembali kepada jalan NYA
Teman...
mungkin saat kita mengalami hal itu, kita hanya melihat kehancuran kita. Kita tidak dapat melihat hal baik apa yang kita dapatkan dari musibah itu.
Saat kita mengalami itu, ingatlah bahwa TUHAN YESUS adalah ALLAH yang Mahakasih dan Mahatau... DIA memiliki rencana yang sangat indah dan sempurna untuk hidup kita.
Mungkin kita tidak merasakan indahnya rencana TUHAN saat itu juga. Akan tetapi... percayalah pada NYA.... teruslah berserah kepada NYA. Janganlah menyerah terhadap kondisi sesulit apapun. Karena pada saatnya nanti, kita PASTI akan merasakan bahwa rencana TUHAN itu rencana yang paling indah... jauh melebihi segala sesuatu yang paling indah yang kita usahakan/rencanakan.
Salam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments: